Muqaddimah surat At Taubah

16 03 2010
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat dari surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina ‘Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga.

Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

1. Keimanan:
Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman; pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Allah; segala sesuatu menurut sunnatullah; perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman; kedudukan Nabi Muhammad s.a.w. di sisi Allah.

2. Hukum-hukum:
Kewajiban menafkahkan harta; macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya; jizyah; perjanjian dan perdamaian; kewajiban umat Islam terhadap Nabinya; sebab-sebab orang Islam melakukan perang total; beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

3. Kisah-kisah:
Nabi Muhammad s.a.w. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah; perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin); perang Tabuk.

4. Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.





Muqaddimah surat Al Faatihah

9 03 2010

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.
Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

1. Keimanan:
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-‘aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no. [6].

2. Hukum-hukum:
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-kisah:
Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa’ (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.





Kisah Nabi Adam yang di usir dari surga

9 03 2010

Sebelum Allah menjadikan manusia Allah menjadikan bumi dan Syaitan dan lalu menjadikan manusia, Allah menjadikan manusia pertama dengan nama Adam. Lalu dia di angkat menjadi Nabi, tapi dia bukan anaknya Allah.

Ketika itu Nabi adam kesepian, lalu Nabi Adam minta seseorang untuk temannya, kemudian dia meminta seorang wanita dan oleh Allah di beri, dengan cara mengambil tulang rusuk Nabi Adam, dan diberi nama Siti Hawa, lalu Allah berkata “Hai Nabi Adam, jangan sekali-kali kamu mendekati dan menyentuh, apa lagi memakan buah yang ada di pohon ini”, “Kenapa ?” tanya Nabi, “sudah lah taati saja apa kata saya”

Setelah syaitan mendengar percakapan tsb. Lalu syaitan memikirkan strategi, kemudian para syaitan menemukan ide, “saya punya ide, begini saja, bagaimana kalau kita minta izin kepada Allah untuk mengganggu Adam dan Hawa, setelah kita mendapat izin dari Allah, kita suruh mereka makan buah huldi, bagaimana? Setuju” kata ketua syaitan “setuju” kata rakyat-rakyatnya, lalu satu syaitan menghadap kepada allah “Ya Allah bolehkah kami dari bangsa Syaitan mengganggu Adam dan Hawa” pinta Syaitan “Ya, saya perbolehkan”, “bagaimana diizinkan ?”, “ Ya ketua, diizinkan”.

Lalu syaitan menuju ke Nabi Adam “Hai Adam, sini akan ku berikan kau saran” bujuk syaitan, “begini disana ada pohon yang buahnya enak sekali dan enaknya itu melebihi istri kamu, kalau mau coba, ayo ikut aku” kata syaitan, “nama pohonnya apa” kata Nabi Adam, “pokoknya ayo ikut aku” kata syaitan, setelah sampai ketujuan, Nabi kaget “loh ko’ kesini” kata Nabi, “ini pohon yang kita bicarakan tadi Dam” kata syaitan, “inikan pohon yang dilarang oleh Allah” kata Nabi, “Ya sudah, kalau tidak mau” kata syaitan.

Lama kelamaan dia penasaran dengan rasa buah dari pohon huldi tsb., kemudian dia mengajak istrinya untuk kepohon tsb. “hai istriku, mari kita menuju kepohon tadi” kata Nabi, jangan nanti kita dihukum oleh Allah” kata Hawa, “biarlah disinikan sepi” kata Nabi, “ya sudah ayo” kata Hawa,

Sesampainya dipohon tsb. Nabi naik kepohon itu dan Hawa pun menunggu, kemudian Nabi menjerit “hore! Saya dapat tiga”, lalu Nabi turun, “ini istriku ini dua untukmu dan yang satu untukku” kata Nabi, setelah dimakan, lalu malaikat datang, menyumbat agar buah tsb.tidak masuk ke dalam perut Adam dan Hawa, lalu buah tsb. mengganjal, kalau milik Siti Hawa/wanita didada yang disebut payudara, dan milik Nabi Adam/pria ada dileher yang disebut jakun.

Setelah lama mereka sampai dirumah dia di marahi oleh Allah “kamu ini bagaimana, sudah saya bilang jangan dekati pohon buah huldi dan memakannya, malah dimakan, suda kamu keluar saja dari surga ini, kamu hidup dibumi saja”, Kata Allah, lalu ditendanglah mereka dari surga.

Mereka terpisah Nabi ada ujung barat dan Hawa ada diujung timur, mereka menangis sepanjang hari sampai tangis mereka menjadi lautan, beberapa tahun kemudian mereka satu sama lain.

Lalu mereka hidup dan mempunyai keturunan hingga kita saat.





Abu Nawas : Di Usir Dari Bagdad

23 11 2009

Pada pagi hari Abu Nawas lagi jalan-jalan, kemudian Abu Nawas di panggil oleh raja.
Setelah dia sampai di Istana Raja, dia berbicara dengan Raja.
Beberapa saat Kemudian,
Raja : ” Keluarlah kau dari kota ini !”
Abu Nawas : ( Dengan terkejut ) “Loh kenapa Raja, Tapi Selama ini saya tidak pernah membuat Onar”
Raja : “Pokoknya kamu keluar !”
Abu Nawas : “Baik aku akan keluar, tapi kapan aku kembali ?”
Raja : “Kamu kembali ke sini lagi jika kau bisa sampai kota ini dengan tidak menginjak tanah, tidak naik kuda”.
Kemudian diterima lagi di Baghdad.





Open office

16 11 2009

Open office memiliki keunggulan tersendiri, Open office mudah digunakan dan mudah didapat, cara menggunakan nya pun mudah hampir keseluruhan seperti Microsoft office, tampilanya saja yang beda,

kalau memakai open office jelas kita tidak akan merusak hak cipta karena aplikasi ini bersifat free.

Open office mudah digunakan karena fitur nya mudah di mengerti dan icon – icon hampir menyerupai perintah nya, seperti di Microsoft office dan fitur open office lebih lengkap, open office juga disa di gunakan di Windows.





Biodata

20 10 2009

Nama  : j.  romadhon

alamat :malang

sekilas itu saja